Kumpulan Gambar Rumah Gadang

Nah, pada peluang goresan pena kali ini, kami akan mengulas secara komplit seputar tempat tinggal istiadat Sumatera Barat tadi, mulai dari sejarah, gaya arsitektur, gambar, struktur, & skor-skor filosofis yang terdapat pada dalamnya. Bagi Anda yang berharap memahami bagaimana uniknya rumah Gadang spesial Minang ini, silakan simak pembahasan berikut!

1. Struktur Bangunan Rumah Rumah Gadang yaitu tempat tinggal istiadat suku Minangkabau yg juga mempunyai sebutan lain seperti tempat tinggal Godang, tempat tinggal Bagonjong, dan rumah Baanjuang. Rumah norma ini yaitu tempat tinggal figur pentas yang ukuran besar menggunakan format persegi panjang. Sama seperti rumah tata cara Indonesia lainnya, tempat tinggal gadang pula diciptakan dari material yg asal dari alam. Tiang penyangga, dinding, dan lantai terbuat menurut papan kayu dan bambu, ad interim atapnya yang berbentuk seperti tanduk kerbau terbuat menurut ijuk. Meskipun terbuat menurut hampir 100% bahan alam, arsitektur rumah gadang tetaplah memiliki desain yang kuat. Rumah ini mempunyai desain bendung gempa cocok dengan kondisi geografis Sumatera Barat yang memang berlokasi pada daerah rawan gempa. Desain bendung gempa pada rumah gadang keliru satunya ditemukan pada tiangnya yang tidak menancap ke tanah. Tiang rumah norma Sumatera barat ini justru menumpang atau bertumpu pada batu-batu datar pada atas tanah. Dengan desain ini, getaran tidak akan mengakibatkan rumah rubuh waktu terjadi gempa berskala akbar sekalipun. Selain itu, tiap-tiap pertemuan antara tiang & kaso besar pada tempat tinggal adat ini tak disatukan menggunakan paku, melainkan memakai pasak yg terbuat dari kayu. Dengan sistem sambungan ini, tempat tinggal gadang akan bisa beranjak secara fleksibel meski diguncang dengan getaran gempa yang kuat.

2. Fungsi Rumah Adat Selain menjadi ikon budaya warga suku Minang, tempat tinggal Gadang pada masa silam juga berfungsi sebagai wilayah tinggal beserta bagi suatu famili Minang. Untuk memenuhi fungsi tadi, rumah adat Sumatera Barat ini didesain sedemikian rupa cocok menggunakan undang-undang-undang-undang istiadat yg telah berlaku semenjak usang. Hukum tadi contohnya masih ada dalam pembagian ruangan berdasarkan kegunaannya, sebagaimana berikut: Segala bagian di dalam Rumah Gadang yaitu ruangan tanggal, selain kamar tidur. Jumlah kamar dalam rumah Gadang bertumpu terhadap jumlah wanita atau perempuan yg tinggal pada dalamnya. Setiap wanita dalam keluarga yang sudah bersuami menerima satu kamar. Perempuan tua dan wanita yg masih buah hati-butir hati mendapat satu kamar dekat dapur. Gadis remaja menerima kamar bersama pada ujung dekat dapur. Di page depan tempat tinggal masih ada dua buah Rangkiang. Rangkiang yaitu bangunan yg diterapkan untuk memberikan padi dan bahan pangan lainnya. Pada sayap kiri & kanan bangunan masih ada ruang panggung (Bahasa Minang: anjuang) yg diterapkan sebagai wilayah pengantin bersanding atau daerah penobatan kepala norma. Tidak jauh berdasarkan kompleks Rumah Gadang umumnya terdapat sebuah musholla kaum yg berfungsi menjadi daerah ibadah, daerah pendidikan, & pula sekalian sebagai wilayah tinggal lelaki dewasa yang belum menikah menurut famili tersebut.

3. Ciri Khas dan Skor Filosofis Rumah Gadang umumnya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dan hanya dimiliki dan diturunkan secara turun temurun menurut dan terhadap kaum wanita saja. Hukum ini mempunyai skor filosofi bahwa derajat kaum perempuan pada budaya suku Minang sangatlah dijunjung tinggi.

Selain itu, terdapat beberapa skor filosofis lainnya berdasarkan bangunan tempat tinggal tata cara Minang ini yang mampu menjadi karakteristik khas yang membedakannya dengan rumah norma lain pada nusantara. Ciri spesial rumah Gadang tersebut diantaranya: Format puncak atapnya senantiasa runcing dan tampak menyerupai tanduk kerbau mengandung arti kemenangan. Format tanduk kerbau sendiri tidak jarang dikaitkan menggunakan kisah Tambo Alam Minangkabau, sebuah kisah kemenangan adu kerbau orang Minang dengan raja Jawa. Atap tempat tinggal minang tadi umumnya terbuat berdasarkan bahan ijuk berkwalitas yg bendung bahkan sampai puluhan tahun lamanya. Rumah gadang yaitu tempat tinggal pentas, oleh karena itu buat masuk ke dalamnya kita patut menaiki butir hati tangga yang umumnya berlokasi di bagian depan tempat tinggal . Tangga pada rumah gadang hanya masih ada satu butir saja, ini yaitu simbol bahwa warga Minang yaitu warga yg religius. Dinding tempat tinggal gadang umumnya dihiasi dengan pelbagai motif ukiran yg dikasih rona kuning, merah, dan hitam. Motif ukiran tadi umumnya yaitu motif-motif tumbuhan & hewan, seperti motif tanaman merambat, akar berdaun, dan lain sebagainya. Motif-motif tadi melambangkan bahwa masyarakat Minang yaitu masyarakat yg dekat menggunakan alam. Nah, demikianlah pemaparan sekilas kami seputar tempat tinggal istiadat Sumatera Barat beserta gambar, sejarah, filosofi, & penjelasannya. Semoga mampu sebagai acuan bagi kita buat kian mengenal budaya rakyat suku Minang. Kalau tulisan penjelasan tempat tinggal Gadang ini dirasa bermanfaat, silakan share. Jangan lupa jua buat membaca goresan pena kami seputar rumah norma Kepulauan Riau di pembahasan selanjutnya. Salam! .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *